Dunia Hiburan Berduka, Aktor Komedi Berusia 65 Tahun Berpulang Senin Dini Hari Kondisi Sempat Membaik Usai Berjuang Lawan Penyakit! Ternyata Mendadak Bugar Usai Sakit Tanda Orang Akan meninggal

Daftar Isi: (toc)




Dunia hiburan kehilangan salah satu aktor dan komedian berpulang pada Senin dini hari tepatnya pukul 00.15 WIB, perhatikan tanda orang akan meninggal.


Para sahabat terdekat membenarkan kabar kematian sang komedian yang sudah beredar.


Rekan sesama komedian dan artis lainnya begitu terpukul kehilangan sosok humoris.


Salah satu sahabat menuturkan kenangan tak terlupakan bersama sang terkasih yang telah berpulang selama-lamanya.


“Iya dia itu lucu banget ya. Makanya waktu dia sakit, saya merasa kehilangan banget sosok dia. Kalau kenangan lucu sih banyak banget ya,” kata salah satu sahabat.


Sahabat lainnya mengatakan sang artis memang sedang berjuang melawan penyakit, namun kondisi kesehatannya sempat membaik.


“Sebelum wafat almarhum dalam keadaan baik ya, dalam arti baik di sini, artinya kesehatannya justru malah dalam kondisi yang membaik dibanding sebelum-sebelumnya,” kata sang sahabat dihubungi Senin pagi.


“Jadi artinya kondisi terakhir dalam keadaan baik dan dirawat dengan baik oleh seorang perawat,” sambungnya.


Ternyata, ada memang orang yang menjadi bugar sebelum meninggal.


Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka Komedian Tanah Air Ini Berpulang Minggu Pagi, Sebelum Tiada Sempat Tak Ingin Makan Ternyata Lebih Sedikit Makan Jadi Tanda Orang Akan Meninggal


Aktor dan Komedian Robby Tumewu Meninggal Dunia


Harry de Fretes membenarkan kabar meninggalnya sang sahabat, aktor Robby Tumewu (65).


Robby Tumewu, menurut Harry de Fretes, meninggal dunia tanpa mengalami sakit, meskipun selama enam tahun belakangan menderita strok.


Menurut Harry de Fretes, Robby Tumewu meninggal karena memang sudah waktunya pergi. “Memang sudah waktunya Robby pergi,” ucapnya, dikutip dari Tribunnews.


Harry de Fretes menuturkan, selama enam tahun belakangan, Robby Tumewu sudah menderita strok dan sedikit ada perkembangan menuju kesembuhan.


“Sudah tahu ya, beliau sudah terkena serangan strok, sebelumnya udah stroke ketiga, sudah berlangsung kurang lebih enam tahun,” papar Harry de Fretes.


Sahabat Robby, Debby Sahertian mengungkap pengalaman paling berkesan semasa sang aktor masih hidup. “Tapi yang paling berkesan itu setiap kita bercanda, terus semakin capek malah semakin jadi. Orang kan capek diem ya biasanya, nah ini malah makin gila. Ibaratnya dia bilang ,’Gue mah udah tau elu, sampe kentutnya false aja gue tau’,” sambungnya, dikutip dari Kompas.com.


Tanda Orang Akan Meninggal


Menurut sains, gejala kematian atau tanda orang akan meninggal memang tak selalu tampak seperti death rattle, terminal agitation, ataupun sesak nafas. Gejala bisa jadi tampak halus dan kerap diartikan sebagai kesembuhan.


Fenomena kembali segar menjelang kematian itu diabadikan sejak masa Hippocrates dan Ibnu Sina. Mereka mengungkapkan, penderita penyakit mental memperoleh kesadaran kembali ketika ajal sudah dekat tanpa diketahui sebabnya.


Michael Nahm dalam publikasinya di Journal of Near death Experience pada tahun 2009 memperkenalkan istilah “terminal lucidity” untuk menggambarkan fenomena tersebut.


Dalam publikasi itu, dia menggali 80 referensi hasil penelitian fenomena terminal lucidity pada pasien yang menderita penyakit mental.


Lewat publikasi yang berasal dari 50 penulis itu, dia berhasil mengungkap 49 kasus terminal lucidity. Sejak publikasi itu, Nahm sudah merilis makalah laporan kasus terminal lucidity. Salah satunya yang terjadi pada Anna Katharina Ehmer, dipublikasikan di jurnal Death and Dying pada 1 Februari 2014.


Dalam publikasi itu, dokter melaporkan bahwa Ehmer menyanyikan lagu-lagu kematian setengah jam sebelum kematian benar-benar menjemputnya. Menurut Nahm, perilaku itu juga kerap dijumpai pada orang lain yang akan meninggal.


Apa yang memicu “terminal lucidity”? sampai saat ini, pemicunya masih misteri. Nahm masih menggugah kesadaran banyak peneliti untuk menaruh perhatian pada soal itu.


Pada pasien yang mengalami tumor otak, kata Nahm seperti dalam tulisan Peskin di New York Times 11 Juli 2017 lalu, terminal lucidity bisa dipicu oleh penyusutan otak yang berakibat pada pikiran yang lebih jernih.


Tapi, pada penyakit ginjal, jantung, atau orang sehat, penyebabnya belum diketahui.


Nahm mengatakan, penelitian pada terminal lucidity bermanfaat secara medis maupun bagi keluarga yang ditinggalkan. Mereka bisa lebih siap menghadapi kematian orang yang dicintainya, dikutip dari Kompas.com.

Find Out
Related Post

Ikuti Gacerindo.com pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan Berita Terupdate tentang Dunia Pendidikan dan Hiburan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Top Post Ad

Below Post Ad

close